Kamis, 03 Oktober 2013

Memulangkan Peneliti Itu Bukan Hal Yang Mudah

Kemenristek tak tinggal diam untuk memulangkan kembali peneliti Indonesia yang berkarir di luar negeri.

Memang diakui Deputi Bidang Sumber Daya Iptek Kementerian Riset dan teknologi, Freddy P. Zen, Kamis 3 Oktober 2013, upaya memulangkan peneliti itu bukan hal yang mudah.

"Bukan hanya kita tawari insentif dan kenaikan pangkat saja. Mereka kan sudah settle di sana, mereka sudah punya gaji yang besar di sana," kata Freddy di Gedung BPPT, Jakarta.

Ia mengatakan kementerian memahami apa yang menjadi alasan peneliti memilih berkarir di luar negeri, yakni soal kesejahteraan dan penghargaan keilmuan.

Sementara pemerintah belum mampu menggaji lebih peneliti di luar jika mereka kembali mengembangkan ilmunya di Indonesia.

"Jadi kami realistis saja. Kami upayakan kerjasama dengan mereka, kami kirimkan peneliti dari sini untuk training di tempat mereka. Nanti kita bayar berapa," tambahnya.

Selain itu, kementerian akan melibatkan mereka dalam skema kerjasama penelitian. "Mereka malah senang dengan kerjasama seperti ini," ujar Freddy.

Ia yakin peneliti Indonesia sebenarnya masih punya keinginan untuk mengabdi di Tanah Air, namun terbentur oleh kondisi dan juga kenyamanan berkarir di luar negeri.

Freddy menyebutkan salah satu peneliti yang sudah mapan di AS, memilih pulang ke Indonesia dengan resiko harus mengembangkan keilmuan mulai dari bawah lagi. "Tapi kan tidak semua peneliti di luar itu merasakan hal yang sama," katanya.

Untuk itu dengan program kemitraaan, ia yakin peneliti Indonesia akan tergugah kembali ke Tanah Air. "Kondisi mereka kan sudah settle. tapi dengan kerjasama riset, kita harapkan mereka bisa balik," ujar dia.

0 komentar: